Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, harus mengakui kecepatan rivalnya asal Malaysia, Hakim Danish, pada sesi practice Moto3 Catalunya 2026 yang berlangsung di Circuit de Barcelona-Catalunya, Jumat (15/5).
Hakim Danish tampil impresif sepanjang hari pertama dengan menjadi pembalap tercepat dalam dua sesi sekaligus, yakni FP1 dan practice. Rider dari tim Aeon Credits-MT Helmets-MSi itu menunjukkan konsistensi luar biasa dan mampu mengungguli sejumlah nama besar di kelas Moto3.
Beberapa pembalap papan atas seperti Adrian Fernandez, Alvaro Carpe, Valentin Perrone, hingga Maximo Quiles gagal menandingi catatan waktu Hakim Danish pada sesi tersebut. Penampilan dominan itu sekaligus memperlihatkan peningkatan performanya sepanjang akhir pekan balapan di Catalunya.
Di sisi lain, Veda Ega Pratama menghadapi tantangan cukup berat sejak sesi latihan pertama dimulai. Pembalap muda yang membela Honda Team Asia itu hanya mampu finis di posisi ke-23 pada FP1 sebelum memperbaiki catatan waktunya menjadi posisi ke-19 di sesi practice.
Hasil tersebut membuat Veda harus memulai perjuangannya dari Q1 untuk memperebutkan tiket menuju Q2 pada sesi kualifikasi.
Dalam keterangannya, Hakim Danish mengaku puas dengan performa motor dan rasa percaya dirinya di lintasan Catalunya.
“Syukur alhamdulillah, hari ini saya bisa meraih posisi pertama di dua sesi practice. Saya juga merasa sangat percaya diri dengan motor dan feeling saya terhadap lintasan ini,” ujar Hakim Danish melalui media resmi timnya.
Pembalap Malaysia itu menyebut fokus dan konsistensi menjadi faktor utama keberhasilannya tampil dominan sepanjang hari pertama.
“Saya mencoba tetap fokus di setiap lap dan memberikan kemampuan terbaik. Hasilnya, saya berhasil menjadi yang tercepat,” tambahnya.
Menjelang sesi FP2 dan kualifikasi, Hakim Danish menargetkan untuk menjaga mental serta performanya agar tetap stabil.
Sementara itu, Veda Ega Pratama mengungkapkan bahwa kondisi lintasan pada hari pertama cukup menyulitkan. Temperatur yang rendah dan grip lintasan yang minim membuatnya kesulitan mendapatkan rasa percaya diri saat mengendarai motor.
“Pada sesi pagi saya cukup kesulitan menemukan feeling yang tepat di atas motor. Namun perlahan kami melakukan beberapa peningkatan bersama tim dan hasilnya lebih baik pada sesi siang,” ujar Veda dalam rilis resmi tim.
Meski mengalami peningkatan performa, Veda mengaku gagal memaksimalkan time attack terakhir karena terkendala lalu lintas pembalap lain di lintasan.
“Saat melakukan lap terakhir untuk attack time, saya terjebak di belakang banyak pembalap sehingga tidak mendapatkan lap bersih. Karena itu hasil akhirnya belum sesuai harapan,” jelasnya.
Meski demikian, pembalap asal Indonesia tersebut tetap optimistis menghadapi sesi berikutnya. Ia yakin masih memiliki peluang untuk tampil lebih baik di Q1 dan berusaha mengamankan tiket menuju Q2.
Sebagai rookie di Moto3 musim 2026, performa Veda Ega Pratama sejauh ini tetap layak mendapat apresiasi. Pembalap muda Indonesia itu saat ini berada di posisi kelima klasemen sementara Moto3, sebuah pencapaian impresif untuk musim debutnya di level kejuaraan dunia.